Sabtu, 12 November 2016

Akhirnya Pulang

(Lagi bengong liat Cedric kesasar di Twilight dan jadi Vampire)

Ah, nikmatnya lelah ini. Tendon di antara tulang betis dan tulang keringku terasa memampat, bertambah massanya, memampat dan terus memampat, hingga.. boom! Meledak membentuk Black Hole super masif. Halah

Awalnya saya tidak pernah menyangka akan melewati fase seperti ini. Fase di mana penuh akan tanggung jawab, pengorbanan, intrik-intrik sosial, penolakan  dan unsur-unsur serius lainnya yang tidak tersebut. Berat, memang. Namun, demi membiasakan diri untuk bekerja lebih dini, saya sikat! Asoy!

Fase ini berawal dari iseng-iseng daftar organisasi elit di kampus. Iseng punya iseng, saya ditolak. Jelas, karena ini pertama kalinya saya diinterview. Saya dipaksa memperkenalkan diri. Kalau sesuai, jelas lolos. Tetapi, ternyata kunci lolos interview bukan ada di perkenalan diri kita yang sebenarnya. Melainkan, diri kita di masa yang akan datang. Kita dipaksa "berjanji" dalam kedok kepribadian sebenarnya di sesi interview, dan dipaksa "menepatinya" dengan menjadi pribadi yang sesuai dengan "janji" yang diinginkan. Kata kuncinya adalah "Saya berkomitmen tinggi.". Pada dasarnya permainan muka dua ini akan berakhir dengan satu muka yang akan menjadi tiang idealis yang sebenar-benarnya. Semoga yang positif-positif saja. Ya, kan?

Pada dasarnya saya cenderung introvert. Tetapi setelah saya ikut tes online dari psikolog, hasilnya saya ambivert (berada di antara introvert dan extrovert). Awalnya saya tidak percaya. Sampai 5 kali saya tes dan hasilnya sama. Memang saya bisa terbuka kepada orang yang benar-benar tertutup mengenai keterbukaan saya. Tetapi ada hal-hal lain yang tidak ada satu orang pun yang tau. Bahkan orang tua saya pun tidak tau. Ke-ambivert-an saya juga terlihat dari nyamannya saya menikmati peran di atas panggung dengan gitar sumbang saya. Tetapi, setelah turun, saya akan menjadi orang yang teramat kaku. Apalagi kalau mengharuskan saya membuka percakapan atau sekedar menyapa saja. Sombong dikiranya, sudah biasa. Saya hanya ingin berteman dengan siapapun tanpa melewati batas kemampuan saya.

Dan... akhirnya pulang juga. Satu bulan saja, tidak lama, kan? Memang terkesan manja. Tetapi ini kebutuhan (menilik isi dompet juga). Jangan ditunda-tunda. Setidaknya hanya numpang tidur dengan susana kontemporer desa setengah kota. Juga numpang makan dari koki terhebat seantero rumah. Nikmat tiada tara.

(Yah, si Cedrik mati. But.. he's back! You-Know -Who)

Ya sudah. Saya lupa mau bikin janji sama orang besok. So long!

Klaten, 12 Nov 2016
Y.A.W

Tidak ada komentar:

Posting Komentar